LONDON, KABEREH NEWS — Kontroversi mewarnai usai laga final Piala Dunia 2026. Sejumlah petisi online yang menuntut FIFA melarang Argentina tampil di turnamen mendatang dan meminta final diulang, viral di media sosial dalam sepekan terakhir.
Salah satu petisi bertajuk "Argentina Out" mengklaim telah mengumpulkan lebih dari 23 juta tanda tangan dari 170 negara dalam waktu kurang dari seminggu. Dalam narasinya, pembuat petisi menyebut FIFA mengabaikan tuntutan mereka, namun mendapat dukungan dari Spanyol.
"Lebih dari 23 juta orang dari 170 negara telah menandatangani petisi ini dalam waktu kurang dari seminggu. FIFA mengabaikan kami, tetapi Spanyol memberikan solusi. Terima kasih Spanyol," demikian bunyi petisi tersebut.
Di sisi lain, petisi berbeda juga muncul dari internal Argentina. Lebih dari 80.000 warga Argentina dilaporkan menandatangani petisi yang meminta pertandingan final diputar ulang.
Perdebatan ini muncul setelah Spanyol disebut-sebut keluar sebagai juara turnamen 2026. Namun hingga berita ini diturunkan, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kedua petisi tersebut dan belum ada keputusan untuk melarang Argentina atau mengulang laga final.
Pakar olahraga menilai petisi online tidak memiliki kekuatan hukum untuk mengubah hasil resmi FIFA. Keputusan terkait sanksi dan penyelenggaraan turnamen sepenuhnya berada di tangan Komite Disiplin dan Dewan FIFA.
Sampai saat ini FIFA juga belum mengumumkan hasil investigasi resmi apapun terkait final Piala Dunia 2026.(Sam)
Catatan Redaksi: Informasi dalam artikel ini berdasarkan petisi yang beredar di platform online. Belum ada konfirmasi resmi dari FIFA terkait kebenaran klaim dalam petisi maupun hasil akhir turnamen.
Posting Komentar