Ibrahimovic Sindir Prancis Usai Kalah dari Spanyol: "Sepak Bola Dimainkan Otak Dulu, Kaki Kemudian"



ARLINGTON, KABEREH NEWS Legenda sepak bola Swedia, Zlatan Ibrahimovic, melontarkan kritik tajam kepada Prancis usai tim asuhan Didier Deschamps takluk 0-2 dari Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/6/2026) di Stadion AT&T, Arlington.

Bagi Zlatan, kekalahan Prancis bukan soal kurang berlari. Ia menilai Spanyol menang karena lebih unggul dalam penguasaan permainan dan pengambilan keputusan.

"Orang selalu bicara soal intensitas, kecepatan, dan seberapa banyak tim berlari. Tapi sepak bola tidak pernah soal siapa yang paling banyak berlari. Kalau kamu terus mengejar bola, artinya kamu sudah kehilangan kendali permainan," ujar Ibrahimovic.

"Spanyol tidak membuat Prancis terlihat lambat. Mereka membuat Prancis terlihat selalu selangkah di belakang," lanjutnya.

Spanyol menang melalui gol Mikel Oyarzabal menit ke-22 dari titik penalti dan Pedro Porro menit ke-58. Namun menurut Zlatan, yang paling mengesankan dari La Furia Roja adalah ketenangan dan cara mereka mengatur tempo.

"Yang mengesankan saya bukan golnya, tapi ketenangannya. Setiap umpan punya tujuan. Setiap pergerakan menciptakan masalah baru untuk Prancis. Spanyol tidak bermain lebih cepat, mereka berpikir lebih cepat. Itu perbedaannya," kata mantan striker Barcelona dan PSG itu.

Ibrahimovic menyebut Prancis memang bekerja keras sepanjang laga. Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann beberapa kali harus turun terlalu dalam untuk menjemput bola. Tapi menurutnya, kerja keras saja tidak cukup jika tim tidak mengendalikan ritme pertandingan.

"Anda boleh punya semua atribut fisik di dunia. Tapi kalau Anda selalu bereaksi alih-alih mendikte, maka Anda akan menghabiskan 90 menit berlari tanpa benar-benar bertanding," tegasnya.

"Karena itu saya selalu bilang sepak bola dimainkan dengan otak dulu, kaki kemudian. Malam ini Spanyol memberi masterclass tentang bagaimana mengendalikan pertandingan. Prancis bekerja keras, tapi kerja keras saja tidak cukup menang ketika lawan mengendalikan tempo. Itu pelajaran dari malam ini," tambah Zlatan.

Dalam laga tersebut Spanyol tampil dominan dalam penguasaan bola, akurasi umpan, dan pergerakan tanpa bola. Pelatih Luis de la Fuente menerapkan pola permainan cepat satu-dua sentuhan yang membuat lini tengah Prancis kewalahan.

Kemenangan ini mengantar Spanyol ke final Piala Dunia 2026. Mereka menunggu pemenang laga semifinal lainnya antara Argentina dan Inggris yang akan berlangsung Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Dengan performa seperti ini, Spanyol kini disebut banyak pengamat sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026.(*)

0/Post a Comment/Comments