Aksi Mahasiswa di Kantor Gubernur Aceh Memanas, Massa Tuntut Seriusi Bencana dan Tambang Beutong


KABEREH NEWS | BANDA ACEH -– Puluhan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, Jumat 3 Juli 2026 sore. Aksi tersebut diwarnai pengibaran Bendera Bulan Bintang, pembakaran ban, dan coretan protes yang menyoroti lambannya penanganan bencana di Aceh.

Massa baru tiba sekitar pukul 16.30 WIB, setelah lebih dari dua jam lokasi kantor dalam keadaan sepi. Aksi diikuti BEM UI, DEMA UIN Ar-Raniry, PEMA USM, PEMA UNIDA, dan Aliansi Rakyat Aceh.

Dalam orasinya, massa menuntut Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat segera menyelesaikan persoalan daerah. Fokus utama mereka adalah penanganan bencana yang dinilai berjalan lamban dan aktivitas pertambangan di kawasan Beutong.

Sempat Dorong-Dorongan dengan Aparat

Pantauan di lokasi, massa sempat terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian di gerbang utama. Setelah itu mereka masuk ke kompleks kantor melalui pintu keluar.

Di dalam halaman, peserta aksi membentangkan Bendera Bulan Bintang. Beberapa orang menyemprotkan pilox di tiang dan pelataran gedung dengan tulisan "Pemerintah Sakit" dan "Prabowo Mumang". Pembakaran ban bekas juga dilakukan di depan gedung sebagai simbol protes.

Aksi berlangsung tanpa kehadiran pejabat pemerintah daerah.

Soroti Bencana yang Tak Kunjung Usai

Salah satu orator, Darris, menyebut warga terdampak bencana sudah delapan bulan hidup dalam ketidakpastian.

“Sudah delapan bulan mereka menderita, belum bisa tidur dengan nyenyak. Sudah delapan bulan pemerintah berbohong kepada rakyatnya. Di mana nurani pemerintah hari ini?” katanya.

Ia menilai pemerintah belum menunjukkan keseriusan dalam menangani warga terdampak. Menurut massa, keterlambatan penanganan membuat masyarakat terus berada dalam kondisi darurat.

Tuntutan lain yang disuarakan adalah penghentian aktivitas pertambangan di Beutong yang dinilai memperparah kerusakan lingkungan dan meningkatkan risiko bencana.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Aceh terkait tuntutan yang disampaikan massa.

Aksi berakhir dengan tertib setelah massa membubarkan diri menjelang malam. (Ayahdidien)

0/Post a Comment/Comments