Ronaldo Hormati Kritik, Tegaskan Tanggung Jawab Kapten Usai Portugal Imbang 1-1 vs Kongo

"Ketika menang, kami menang bersama. Ketika tidak, jangan tunjuk satu pemain saja"

KABEREH NEWS | LOS ANGELES - Cristiano Ronaldo merespons kritik publik Portugal dengan sikap rendah hati usai laga perdana Piala Dunia 2026. Timnya ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo, Jumat 19/6/2026.

Usai pertandingan, Ronaldo mengakui mendengar desakan agar pelatih Roberto Martínez menggantikannya. Ada juga yang menilai ia tak layak starter dan menjadi "masalah" tim.

"Saya mendengar keributan itu. Saya melihat mereka yang mengatakan bahwa mereka seharusnya menggantikan saya, dan mereka yang mengatakan bahwa saya tidak seharusnya menjadi starter, dan mereka yang mengatakan sayalah masalahnya. Inilah sepak bola," ujar kapten Portugal itu.

Tolak lempar tanggung jawab
Pemain 41 tahun itu menolak menyalahkan satu individu saat hasil tak sesuai harapan. Ia menegaskan sepak bola adalah kerja kolektif.

"Ketika Portugal menang, kami menang bersama. Dan ketika tidak menang, tiba-tiba semua orang menunjuk ke satu pemain. Saya sudah menjalani ini sepanjang karier saya, jadi itu tidak mengganggu saya lagi," katanya.

"Yang penting adalah tim. Kami tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan malam ini, dan setiap pemain di lapangan harus mengambil tanggung jawab. Bukan hanya saya, tapi kita semua," tambah Ronaldo.

Tegaskan peran sebagai kapten
Ronaldo mengingatkan tugasnya lebih dari sekadar mencetak gol. Sebagai kapten, ia memikul tanggung jawab memimpin dan menjaga kekompakan tim.

"Saya kapten tim ini. Tugas saya bukan hanya mencetak gol. Tugas saya adalah memimpin, berjuang, dan membantu kelompok ini tetap bersatu ketika keadaan menjadi sulit," ujarnya.

Ia juga menghargai kebebasan berpendapat publik. Namun menurutnya, opini tak menentukan hasil.

"Masyarakat bebas mengutarakan pendapatnya, namun opini tidak menentukan hasil pertandingan. Performalah yang menentukannya."

Berjanji tim akan merespons
Ronaldo meminta pendukung tetap percaya. Ia menyebut Piala Dunia tak ditentukan di laga pertama dan berjanji Portugal akan bangkit.

"Saya berjanji kepada Anda tim ini akan merespons. Piala Dunia tidak ditentukan pada pertandingan pertama. Saya telah berpartisipasi dalam cukup banyak turnamen untuk mengetahui hal itu. Yang penting sekarang adalah bagaimana kita akan meresponsnya," tegasnya.

"Saya tidak akan pernah berhenti berjuang untuk Portugal. Bukan karena mudah, tapi karena mewakili negara ini sangat berarti bagi saya. Kritik mungkin akan terus berlanjut, begitu juga dengan pekerjaan," tutupnya.

Portugal selanjutnya harus memperbaiki posisi di fase grup agar lolos ke babak gugur. Hasil imbang vs Kongo membuat tekanan meningkat jelang laga kedua. (Ayahdidien)

0/Post a Comment/Comments