IDI RAYEUK, KABEREH NEWS | Ousmane Dembele menulis sejarah baru di Piala Dunia FIFA 2026. Hanya dalam 32 menit, winger 29 tahun itu menghancurkan Norwegia lewat hat-trick tercepat di babak pertama dan menegaskan ambisi Prancis sebagai sang calon juara.
Pada laga pamungkas Grup I yang digelar di Stadion Piala Dunia, Kamis 25 Juni 2026, Les Bleus tampil dominan dengan kemenangan telak. Dembele menjadi pusat perhatian setelah mencetak tiga gol sebelum jeda. Catatan itu membuatnya menjadi pemain pertama dalam 32 tahun dan delapan edisi Piala Dunia yang mampu membukukan hat-trick di 45 menit pertama.
Babak Pertama Milik Dembele dan Mbappé
Prancis langsung tancap gas sejak menit ke-7. Umpan terobosan panjang Kylian Mbappé diselesaikan Dembele dengan tenang untuk membuka skor. Kerja sama maut keduanya kembali terjadi di menit ke-20. Lagi-lagi Mbappé yang memberi assist, kali ini untuk gol kedua Dembele lewat sepakan melengkung kaki kiri ke sudut jauh gawang Norwegia.
Setelah Norwegia sempat memperkecil kedudukan, Dembele menutup pestanya di menit ke-32. Memotong dari sisi kanan ke dalam, ia melepaskan tembakan keras kaki kiri yang tak mampu dijangkau kiper lawan. Tiga gol, tiga kali tak terbendung.
Fakta menarik: seluruh gol Dembele memiliki jejak Mbappé. Kapten Prancis itu mencatatkan dua assist langsung dan menunjukkan chemistry mematikan di lini serang Les Bleus.
Sejajar Salenko, Dekati Rekor Probst
Hat-trick Dembele adalah yang pertama terjadi di babak pertama Piala Dunia sejak Oleg Salenko melakukannya untuk Rusia pada 1994. Saat itu Salenko bahkan mencetak lima gol ke gawang Kamerun dan memecahkan rekor gol terbanyak dalam satu laga Piala Dunia.
Lebih dari itu, torehan 32 menit Dembele menjadi hat-trick tercepat kedua sepanjang sejarah turnamen. Rekor tercepat masih dipegang Erich Probst dari Austria dengan 24 menit saat melawan Cekoslowakia pada 1954.
Prancis pun tampil sebagai salah satu tim terbaik sejak Piala Dunia 2026 dimulai.
Bangkit dari Puasa Gol
Penampilan ini terasa istimewa karena kontras dengan masa lalu Dembele di turnamen besar. Sebelum edisi ini, ia melewati 19 laga beruntun di Piala Dunia dan EURO tanpa satu gol pun.
Namun Piala Dunia 2026 menjadi titik balik. Setelah tanpa gol melawan Senegal di laga pembuka, ia bangkit dengan gol ke gawang Irak, lalu meledak lewat hat-trick kontra Norwegia. Total empat gol dari tiga pertandingan menempatkannya di papan atas perburuan Sepatu Emas FIFA 2026.
Dengan performa sekelas ini, Prancis mengirim sinyal tegas. Jika Dembele terus berada dalam ritme yang sama, mimpi Les Bleus mengangkat trofi untuk ketiga kalinya semakin nyata. (Ayahdidien)
Posting Komentar