"Postingan diaspora Aceh di Instagram diposting ulang 258 kali. Garis hitam-putih jadi pembeda dari bendera Turki"
KABEREH NEWS | LOS ANGELES, AS — Bendera Aceh "Bintang Bulan" tiba-tiba jadi perbincangan di tengah kemeriahan FIFA World Cup 2026 di Amerika Serikat. Sebuah unggahan Instagram milik akun @amrifazzil yang menampilkan bendera merah bergambar bulan sabit dan bintang putih itu sudah diposting ulang 258 kali dan memantik rasa bangga warga Aceh.
Foto tersebut memperlihatkan kain merah dengan bulan sabit dan bintang putih, diapit garis vertikal hitam-putih di sisi kiri dan kanan. Bendera yang kerap disangka milik Turki itu dikibarkan di tengah keramaian event olahraga paling bergengsi di dunia.
"Bukan, ini bendera Aceh. Saya suka bendera ini," tulis Amrifazzil dalam unggahannya, Minggu 21/6/2026.
Diaspora Angkat Identitas
Amrifazzil mengaku bukan aktivis politik. Tapi ia tergerak saat melihat bangsa lain dengan bangga mengibarkan bendera negaranya. "Saya tahu sejarah Bendera Aceh yang masih jatuh-bangun antara boleh dan tidak untuk dinaikkan," tulisnya.
Unggahan itu viral karena World Cup 2026 menjadi panggung global pertama setelah AS, Kanada, dan Meksiko jadi tuan rumah bersama. Momen itu dipakai diaspora Aceh untuk memperkenalkan identitas daerah ke publik internasional.
Pembeda: Garis Hitam-Putih
Klarifikasi penting muncul di kolom komentar: pembeda Bintang Bulan dengan bendera Turki ada pada garis vertikal hitam dan putih di sisi kiri-kanan. Garis itu ciri khas "Alam Peudeung" sejak era Kesultanan Aceh.
Ciri visual itu kini diatur dalam Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh. Tanpa dua garis itu, bendera merah dengan bulan-bintang memang mudah dikira milik Turki.
Ironis Tapi Membanggakan
Unggahan itu juga menyentil polemik di dalam negeri. Hingga 2026, pengibaran resmi Bintang Bulan di Aceh masih tarik-ulur aturan hukum antara pemerintah pusat dan daerah.
Ironisnya, di tengah status itu, bendera justru "bebas berkibar" di event sebesar World Cup. "Ini diplomasi tanpa pidato. Cukup hadir, kibarkan identitas, biarkan dunia bertanya. Dan dari situ, nama Aceh menggema," tulis Amrifazzil.
Catatan Sejarah 5 Abad
Bintang Bulan bukan simbol baru. Bendera ini dipakai Kesultanan Aceh Darussalam sejak abad ke-16 dan sudah mendunia selama lebih dari 5 abad sebagai identitas maritim Aceh.
Fenomena viral di World Cup 2026 membuktikan: ketika identitas budaya tampil di ruang publik global, rasa ingin tahu dunia akan muncul dengan sendirinya. "Ini bukan Turki. Ini Bintang Bulan. Ini sejarah Aceh," tutup Amrifazzil. (Ayahdidien)
Posting Komentar