Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil minta pendapatan Polri dinaikkan. Nilai riil gaji polisi turun tiap tahun karena inflasi, daya beli anggota Polri mengalami kontraksi.
KABEREH NEWS | JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mendesak pemerintah menaikkan pendapatan anggota Polri. Ia menilai kesejahteraan polisi tidak boleh ditawar karena nilai riil gaji mereka terus menyusut akibat inflasi tiap tahun.
Usulan itu disampaikan Nasir dalam rapat Komisi III DPR bersama Wakil Kepala Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu 17 Juni 2026.
“soal kesejahteraan anggota Polri ini tidak boleh ditawar-tawar lagi Pak Wakapolri. Kenapa? Secara riil kami perhatikan nilai pendapatan anggota Polri justru mengalami penurunan setiap tahunnya akibat tergerus inflasi,” kata Nasir.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menjelaskan, daya beli anggota Polri ikut turun seiring kenaikan harga kebutuhan pokok. Sementara nominal gaji stagnan. Kondisi ini, kata dia, menciptakan “money illusion”.
“Jadi hal ini menciptakan fenomena money illusion, dimana secara nominal seolah-olah ada penerimaan stabil. Namun, secara riil daya beli anggota Polri mengalami kontraksi yang signifikan dari tahun ke tahun,” jelas Nasir.
Menurutnya, anggaran Polri selama ini lebih fokus untuk pembangunan fisik seperti Polres, Polsek, dan rumah dinas. Padahal komponen pendapatan personel sama pentingnya untuk menjaga kinerja dan integritas.
“Tapi soal pendapatan anggota polri ini juga tidak boleh diabaikan karena sekali lagi, ini adalah bagian yang tidak bisa kita pisahkan dari upaya untuk menghadirkan apa yang diinginkan oleh siklus anggaran kita saat ini,” tandas Nasir.
Ia menekankan, peningkatan kesejahteraan bukan sekadar tuntutan. Kesejahteraan yang layak akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan, profesionalisme, dan pencegahan penyimpangan di internal Polri.
Wakil Kepala Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo mendengarkan masukan tersebut. Komisi III DPR berjanji akan terus mengawal pembahasan anggaran Polri agar proporsi untuk remunerasi personel mendapat perhatian lebih besar pada siklus APBN ke depan. (Ayahdidien)
Posting Komentar