"Mama-mama pedagang dari 6 wilayah Papua Barat Daya sampaikan aspirasi ke Kantor Gubernur, nilai PSN merusak ruang hidup dan hutan Papua"
KABEREH NEWS | SORONG – Ratusan mama-mama pedagang asal Papua Barat Daya menggelar aksi damai di Kota Sorong, Rabu (1/7/2025) pagi. Mereka menuntut dukungan ekonomi bagi pedagang perempuan Papua, sekaligus menolak Proyek Strategis Nasional [PSN] dan militerisme di Tanah Papua.
Aksi dimulai dengan berkumpul di Taman Deo, Kota Sorong. Dari titik kumpul itu, massa kemudian berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Papua Barat Daya untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.
Pantauan di lapangan, setiap peserta aksi membawa poster berisi tuntutan. Sejumlah mama juga mengikatkan kain putih di kepala dengan tulisan 'Tolak PSN dan Militerisme'.
*"PSN Merusak Ruang Hidup Mama-Mama"*
Koordinator aksi, Dika Sraun, menegaskan penolakan terhadap PSN di Merauke dan seluruh program PSN yang berjalan di wilayah Papua.
"PSN itu merugikan kami orang Papua, terutama kami mama-mama Papua," kata Dika kepada wartawan di Sorong, Rabu (1/7).
Menurut Dika, PSN berdampak langsung pada rusaknya hutan Papua. Padahal, hutan menjadi sumber penghidupan utama bagi mama-mama pedagang.
"PSN merusak hutan Papua sekaligus merusak ruang hidup mama-mama Papua karena dari hutan mama-mama bisa mencari makan dan menafkahi anak-anaknya," jelasnya.
Ia menambahkan, sebagai perempuan Papua, ia secara tegas menolak keberadaan PSN di atas tanah Papua. "Saya sebagai perempuan Papua tolak PSN di atas tanah Papua," ujarnya.
Mama-mama yang ikut aksi berasal dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Tambrauw, Maybrat, Sorong Selatan, dan Raja Ampat. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terkait tuntutan para peserta aksi. (Ayahdidien)
Posting Komentar