Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 20+ Warga Sipil, Perundingan AS-Iran di Swiss Batal

"Bentrokan darat Hizbullah hancurkan 3 tank Merkava, 5 tentara Israel tewas. Beirut desak komunitas internasional hentikan eskalasi"

KABEREH NEWS | BEIRUT -— Serangan udara Israel ke permukiman di Lebanon selatan menewaskan sedikitnya 24 warga sipil dan melukai puluhan lainnya sebelum fajar, Jumat 22/6/2026. Insiden paling mematikan sejak 28 Februari itu memicu Iran membatalkan perundingan dengan Amerika Serikat di Swiss yang dijadwalkan hari sama.

Kementerian Luar Negeri Swiss mengonfirmasi pembatalan pertemuan di resor Bürgenstock. Gedung Putih menyatakan Wakil Presiden JD Vance menunda keberangkatannya untuk memimpin delegasi AS.

Korban Sipil Bertambah di Nabatieh  
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan serangan sekitar pukul 02.10 waktu setempat menargetkan rumah-rumah yang dihuni di al-Sharqiyah, Harouf, dan Kfar Sir, distrik Nabatieh. Sedikitnya 20 warga sipil tewas dan 30 luka-luka.

Serangan terpisah di al-Ashamiya menghancurkan satu rumah dan menewaskan 4 orang. Drone Israel juga menyerang sepeda motor di dekat gedung kotamadya Doueir, menewaskan 1 orang dan melukai 1 lainnya.

Sehari sebelumnya, Kamis 21/6, serangan di Kfar Tibnit dan Zebdine menewaskan 3 orang. Total korban tewas akibat kampanye militer Israel ke Lebanon kini mencapai 3.912 orang dengan 11.873 luka-luka dan lebih dari 1 juta warga mengungsi, menurut data resmi Lebanon.

Hizbullah Klaim Hancurkan 3 Tank, 5 Tentara Israel Tewas  
Hizbullah menyatakan pasukannya terlibat bentrokan darat sengit di wilayah perbukitan Kfar Tebnit dan Ali al-Taher. Kelompok itu mengklaim menghancurkan 3 tank Merkava dengan rudal berpemandu dan memukul mundur serangan Israel selama 4 hari.

“Wilayah Kfar Tebnit-Ali al-Taher akan tetap tidak tertembus oleh kemajuan musuh,” tulis pernyataan Hizbullah, yang berjanji mempertahankan Lebanon seperti “epos Karbala”.

Militer Israel mengakui 4 tentaranya tewas, termasuk Letnan Kolonel Dor Ben Simhon, komandan Batalion 52 Brigade Lapis Baja 401. Media Israel melaporkan 5 tentara tewas dan 17 luka setelah Batalion 52 disergap rudal berpemandu semalam. Presiden Israel Isaac Herzog menyampaikan duka atas gugurnya para prajurit di media sosial.

Perundingan AS-Iran Batal  
Tim negosiasi Iran batal bertolak ke Swiss untuk pembicaraan yang sedianya dimulai Jumat, menurut penyiar Lebanon al-Mayadeen. Pembatalan terjadi beberapa hari setelah AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman 14 poin di Islamabad, 17/6, yang menuntut penghentian operasi militer permanen di semua front termasuk Lebanon serta menjamin kedaulatan Lebanon.

Juru bicara Kemlu Iran Esmaeil Baghaei memperingatkan serangan berkelanjutan Israel melanggar komitmen AS dalam MoU tersebut. Diplomat Iran menyebut pembicaraan “ditunda sementara” dan mediator masih bekerja menjembatani perbedaan.

Meski ada MoU, militer Israel menyatakan akan terus menduduki Lebanon selatan tanpa batas waktu. Peta “Garis Pertahanan Maju” yang dirilis militer membentang 10 km ke dalam wilayah Lebanon.

Tuduhan Kejahatan Perang 
Amnesty International mengecam serangan terbaru dan memperingatkan MoU AS-Iran “berisiko menjadi perisai impunitas”. Pejabat Lebanon melaporkan Israel menargetkan ambulans, tenaga medis, dan infrastruktur sipil—tindakan yang disebut melanggar hukum internasional.

UNIFIL mencatat dari 143 lintasan proyektil Kamis 21/6, 119 ditembakkan pasukan Israel. Sumber politik di Beirut mengutuk serangan dan mendesak komunitas internasional bertindak cepat menghentikan eskalasi serta memastikan implementasi penuh resolusi gencatan senjata.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal baru untuk perundingan AS-Iran. Eskalasi di Lebanon selatan terus meningkat dengan risiko konflik regional lebih luas. (Ayahdidien)

0/Post a Comment/Comments