Di tengah genosida Gaza, startup senjata AS Anduril ekspansi ke Israel. Bangun R&D center, disokong keluarga Kushner. Valuasi tembus Rp1.000 triliun.
JAKARTA, KABEREH NEWS -– Di tengah gempuran Israel yang menewaskan ribuan warga sipil Gaza, industri senjata global justru mencatat manuver kontroversial. Startup pertahanan raksasa Amerika Serikat, Anduril Industries, dilaporkan mempercepat ekspansi ke Israel dengan rencana mendirikan pusat penelitian dan pengembangan (R&D center) serta merekrut talenta lokal.
Laporan media Israel Calcalist menyebut Anduril tengah negosiasi intensif mencari manajer lokal untuk menjembatani kerja sama dengan startup militer Israel. Pertemuan rahasia sudah digelar dengan eks petinggi Elbit Systems hingga pejabat Direktorat Penelitian DDR&D Kementerian Pertahanan Israel.
Langkah ini terjadi setelah Anduril mengantongi dana US$5 miliar atau Rp82 triliun bulan lalu. Suntikan modal dari Andreessen Horowitz dan Thrive Capital milik Josh Kushner mendongkrak valuasi perusahaan ke US$61 miliar atau Rp1.000 triliun. Josh Kushner adalah adik Jared Kushner, menantu mantan Presiden AS Donald Trump yang dikenal pro-Israel.
Pendiri Anduril, Palmer Luckey yang pernah menyebut dirinya “Zionis radikal”, sudah lebih dulu safari bisnis ke Israel Februari lalu. Ia bertemu PM Benjamin Netanyahu dan 10 startup militer Israel termasuk Smart Shooter, Kela, Oz, hingga Skana Robotics. Kini Anduril dikabarkan sudah kontrak komponen drone dengan perusahaan Israel ASIO dan mengincar LiteVision.
Ketua Kinetica Yitz Applbaum menegaskan, “Israel adalah tempat paling logis bagi Anduril.” Targetnya bukan hanya investasi, tapi juga akuisisi dan penjualan langsung senjata ke IDF.
Manuver Anduril terjadi saat Israel diseret ke Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida Gaza. Para pengamat menilai ekspansi ini memperpanjang napas industri perang yang jadi bahan bakar konflik kemanusiaan paling keji abad ini. (Ayahdidien)
Posting Komentar