ACEH UTARA, KABEREHNEWS.ID — Sebanyak 384 pemuda-pemudi Aceh Utara telah mengikuti pelatihan keterampilan di Balai Latihan Kerja dan Industri (BLKI) Aceh Utara sepanjang 2026. Program tersebut menyasar generasi muda, termasuk mereka yang terdampak banjir pada akhir 2025, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan membuka peluang kerja.
Plt. Kepala UPTD BLKI Aceh Utara, Nurul Akmal, SE., mengatakan pelatihan keterampilan menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan bekal kepada masyarakat agar memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di perusahaan maupun membuka usaha secara mandiri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Aceh Utara tercatat 6,88 persen pada Agustus 2025. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam peningkatan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja di daerah.
Aceh Utara merupakan salah satu kabupaten dengan wilayah administratif yang luas di Aceh, terdiri atas 27 kecamatan dan 852 desa, dengan jumlah penduduk yang besar. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Karena itu, UPTD BLKI Aceh Utara menargetkan sedikitnya 300 pemuda dan pemudi mendapatkan keterampilan melalui program pelatihan sebagai salah satu upaya mendukung peningkatan kompetensi dan penyerapan tenaga kerja.
“Harapan kami, dengan memiliki skill dari BLKI Aceh Utara, masyarakat mampu membuka usaha sendiri maupun bekerja di perusahaan,” ujar Nurul Akmal.
Sepanjang 2026, BLKI Aceh Utara telah melatih 384 pemuda-pemudi melalui **11 kejuruan**. Pelatihan diarahkan untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan peserta sesuai bidang masing-masing.
Untuk memastikan peserta memiliki kompetensi, BLKI melakukan uji kompetensi oleh asesor. Peserta yang memenuhi standar kompetensi memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Menurut Nurul, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu bekal bagi peserta untuk meningkatkan daya saing ketika memasuki dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam mendukung peluang kerja bagi lulusan, BLKI Aceh Utara juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan dan instansi, di antaranya PT Pupuk Iskandar Muda, PEMA Global Energi, PT Solusi Bangun Andalas, serta sejumlah perusahaan di luar Aceh, termasuk kerja sama dengan Kementerian PUPR di Jakarta.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas akses peserta terhadap dunia industri sekaligus membuka peluang bagi lulusan untuk memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki.
Nurul mengatakan, berdasarkan pelaporan alumni melalui aplikasi Fider BLKI Aceh Utara, sekitar 60 persen peserta diperkirakan telah terserap ke dunia kerja. Data tersebut diperoleh dari laporan ulang yang disampaikan alumni setelah mengikuti pelatihan.
“Sekitar 60 persen peserta terserap ke tenaga kerja. Data tersebut diketahui melalui aplikasi Fider BLKI Aceh Utara yang dilaporkan ulang oleh alumni peserta pelatihan,” kata Nurul.
Program pelatihan pada 2026 juga menyasar pemuda-pemudi yang terdampak banjir pada akhir 2025. Pelatihan diharapkan dapat menjadi salah satu modal bagi mereka untuk kembali produktif dan memperoleh sumber penghasilan.
Namun, pelaksanaan pelatihan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama berkaitan dengan keamanan fasilitas BLKI. Nurul mengatakan jaringan listrik di lingkungan BLKI beberapa kali hilang atau dicuri sehingga dapat mengganggu kegiatan pelatihan.
“Keamanan menjadi salah satu tantangan terbesar. Selama ini jaringan listrik kerap hilang atau dicuri,” ujarnya.
Untuk 2027, BLKI Aceh Utara berharap jumlah program dan peserta pelatihan dapat ditingkatkan. Tingginya minat masyarakat menjadi salah satu pertimbangan untuk memperluas kesempatan mengikuti pelatihan keterampilan.
Nurul menyebut, pada 2025 jumlah masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan hampir tiga kali lipat dibandingkan kapasitas peserta yang dapat diterima untuk satu kejuruan.
“Kami berharap pada 2027 lebih banyak program pelatihan dan jumlah peserta meningkat dibandingkan tahun ini,” katanya.
Melalui penguatan keterampilan, sertifikasi kompetensi, dan kerja sama dengan dunia usaha serta industri, BLKI Aceh Utara diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi pemuda untuk memperoleh keterampilan, bekerja, maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri. (*)
Posting Komentar