OPINI, POLITIK... !
"MAKLUMAT ACEH BANGKIT"
“KEMERDEKAAN BERPIKIR DAN TANGGUNG JAWAB PERADABAN”
Sebuah ajakan terbuka kepada seluruh rakyat Aceh
Aceh Bangkit menyampaikan maklumat ini bukan untuk membungkam siapa pun, bukan untuk menentukan siapa yang paling benar, dan bukan untuk mengambil hak siapa pun dalam berbicara mengenai masa depan Aceh.
Maklumat ini adalah inisiatif pendidikan dan peradaban.
Kami percaya bahwa bangsa yang ingin menentukan masa depannya sendiri harus terlebih dahulu membangun kemampuan untuk berpikir, berdiskusi, menguji dan bertanggung jawab atas setiap gagasannya.
MERDEKA BUKAN SEKADAR BERBICARA TENTANG MERDEKA
Merdeka bukan sekadar mengucapkan kata merdeka.
Merdeka bukan sekadar simbol, bendera, slogan atau pidato yang membangkitkan emosi.
Merdeka juga bukan berbicara secara tertutup hanya di antara kelompok sendiri, seolah-olah masa depan rakyat merupakan urusan segelintir orang.
Merdeka adalah keberanian membuka pikiran kepada pertanyaan.
Jika sebuah gagasan menyangkut masa depan seluruh rakyat Aceh, maka rakyat mempunyai hak untuk mengetahui, memahami dan mengujinya.
Karena yang dipertaruhkan bukan nama seseorang.
Yang dipertaruhkan adalah nasib manusia.
PIKIRAN HARUS BERADA DI DEPAN EMOSI
Sejarah Aceh penuh dengan pengalaman, pengorbanan dan penderitaan.
Karena itu kita tidak boleh menghapus sejarah.
Tetapi sejarah juga tidak boleh menjadi alasan untuk mengulangi penderitaan.
Setiap gagasan mengenai masa depan Aceh harus ditempatkan di bawah pertanyaan:
Apakah ini akan membuat kehidupan rakyat lebih baik?
Apakah manusia akan lebih aman?
Apakah martabat rakyat lebih terlindungi?
Apakah ekonomi masyarakat lebih kuat?
Apakah pendidikan lebih maju?
Apakah hukum lebih adil?
Apakah generasi berikutnya memperoleh masa depan yang lebih baik?
Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut belum mampu dijawab, maka gagasan itu belum selesai.
Emosi boleh menjadi energi. Tetapi pikiran harus menjadi pengarahnya.
RAKYAT BUKAN OBJEK
Aceh Bangkit menolak cara berpikir yang menjadikan rakyat sekadar massa yang dipanggil ketika diperlukan, kemudian ditinggalkan ketika keputusan dibuat.
Rakyat bukan alat untuk mencapai tujuan elite.
Rakyat bukan angka dalam demonstrasi.
Rakyat bukan penonton dari pertarungan kepentingan.
Rakyat adalah manusia yang kehidupannya akan menerima seluruh akibat dari setiap keputusan politik.
Karena itu setiap gagasan besar tentang Aceh harus kembali kepada rakyat Aceh.
Bicarakan kepada mereka.
Dengarkan mereka.
Uji bersama mereka.
Dan biarkan mereka memiliki pengetahuan yang cukup untuk menentukan sikapnya sendiri.
JANGAN MEMPERTENTANGKAN RAKYAT DENGAN RAKYAT
Kita harus mengingat satu hal penting:
Aparatur negara juga berasal dari rakyat.
Mereka mempunyai keluarga.
Mereka mempunyai kehidupan.
Mereka juga anak-anak Aceh.
Karena itu perbedaan pandangan politik tidak boleh membuat kita kehilangan penghormatan terhadap sesama manusia.
Kita boleh mengkritik kebijakan.
Kita boleh menolak keputusan pemerintah.
Kita boleh melakukan protes secara damai.
Kita boleh meminta pejabat bertanggung jawab.
Tetapi kita harus tetap menjaga kemanusiaan.
Jika seseorang menginginkan kemerdekaan tetapi tidak mampu menghargai manusia yang berbeda dengannya, maka ada sesuatu yang harus dipertanyakan dalam makna kemerdekaan itu sendiri.
Sebab manusia yang merdeka tidak membutuhkan penghinaan untuk menunjukkan keberaniannya.
KEPADA SIAPA PUN YANG BERBICARA TENTANG KEMERDEKAAN ACEH
Aceh Bangkit tidak melarang siapa pun berbicara tentang kemerdekaan.
Silakan berbicara.
Silakan memiliki gagasan.
Silakan berbeda.
Silakan mengkritik.
Tetapi jika gagasan tersebut dikatakan sebagai jalan bagi masa depan bangsa Aceh, maka kami mengajak:
Bukalah gagasan itu kepada rakyat.
Jelaskan tujuannya.
Jelaskan jalannya.
Jelaskan konsekuensinya.
Jelaskan bagaimana rakyat akan dilindungi.
Jelaskan bagaimana ekonomi akan berjalan.
Jelaskan bagaimana hukum akan dibangun.
Jelaskan bagaimana hubungan dengan masyarakat internasional akan dilakukan.
Dan yang paling penting:
Bersedia diuji.
KEPADA MEREKA YANG BERADA DI LUAR ACEH
Kami juga menghormati hak siapa pun untuk berbicara mengenai Aceh dari mana pun mereka berada.
Namun kami mengingatkan satu prinsip:
Orang yang jauh dari Aceh tidak boleh melupakan rakyat yang hidup di Aceh.
Mereka yang setiap hari menghadapi persoalan ekonomi, pendidikan, pekerjaan, hukum, keamanan dan kehidupan sosial adalah rakyat yang harus didengarkan.
Jangan sampai rakyat di Aceh menjadi objek dari narasi politik yang dibangun dari jauh.
Jika ada gagasan untuk masa depan Aceh, mari kita bawa gagasan tersebut kembali kepada masyarakat Aceh.
Uji bersama rakyat.
TENTANG PROTES DAN PERUBAHAN
Aceh Bangkit menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara damai sesuai hukum.
Masyarakat berhak mengkritik gubernur, bupati, DPR, pemerintah pusat maupun lembaga negara lainnya.
Masyarakat berhak meminta perubahan dan pertanggungjawaban.
Namun perubahan tidak boleh dibangun dengan menghidupkan kembali konflik yang menjadikan rakyat sebagai korban.
Kita sudah cukup belajar dari penderitaan masa lalu.
Sekarang waktunya meningkatkan kualitas perjuangan:
dari kemarahan menjadi pengetahuan,
dari slogan menjadi gagasan,
dari ketakutan menjadi keberanian berdialog,
dan dari rakyat sebagai objek menjadi rakyat sebagai pelaku.
ACEH BANGKIT MEMBUKA PINTU DIALOG
Aceh Bangkit tidak mengklaim sebagai pemilik kebenaran tentang Aceh.
Kami justru membuka ruang bagi semua perspektif.
Sejarah Kesultanan boleh dibicarakan.
Negara modern boleh dibicarakan.
Demokrasi boleh diuji.
Gagasan kemerdekaan boleh dibahas.
Otonomi boleh dibahas.
Ekonomi Aceh boleh dibahas.
Hubungan Aceh dengan dunia internasional boleh dibahas.
Tidak ada gagasan yang terlalu besar untuk didiskusikan, selama manusia yang membawanya bersedia mempertanggungjawabkannya.
Kami mengundang siapa pun yang memiliki gagasan tentang masa depan Aceh:
Mari duduk bersama.
Mari bicara terbuka.
Mari saling bertanya.
Mari saling menguji.
Mari biarkan ilmu bekerja.
KEMERDEKAAN ADALAH PROSES PERADABAN
Aceh Bangkit percaya bahwa kemerdekaan bukan sekadar perubahan status politik.
Kemerdekaan adalah kualitas manusia.
Manusia yang mampu berpikir sendiri.
Manusia yang mampu menghargai perbedaan.
Manusia yang berani bertanya kepada kekuasaan.
Manusia yang mampu menerima kritik.
Manusia yang tidak mudah dimanipulasi.
Dan manusia yang tidak menjadikan manusia lain sebagai musuh hanya karena berbeda pikiran.
Karena itu :
Kemerdekaan harus dimulai dari pikiran sebelum menjadi keputusan politik.
SERUAN KEPADA RAKYAT ACEH
Jangan serahkan masa depan Aceh kepada siapa pun hanya karena dia berbicara paling keras.
Jangan serahkan masa depan Aceh kepada siapa pun hanya karena dia menggunakan simbol sejarah.
Jangan serahkan masa depan Aceh kepada siapa pun hanya karena dia berada di luar negeri.
Dan jangan pula menyerahkan masa depan Aceh kepada Aceh Bangkit.
Ujilah kami juga.
Jika kami salah, katakan kami salah.
Jika gagasan kami lemah, bantah.
Jika ada yang lebih baik, terimalah.
Sebab tujuan kami bukan menciptakan pengikut.
Tujuan kami adalah menciptakan manusia Aceh yang mampu berpikir.
“PENUTUP”
Dua puluh tahun setelah perdamaian, Aceh memiliki kesempatan untuk memasuki tahap baru.
Bukan kembali kepada pertentangan.
Bukan kembali kepada kekerasan.
Tetapi menuju peradaban politik yang lebih dewasa.
Aceh Bangkit mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pengalaman masa lalu sebagai ilmu, bukan sebagai bahan untuk menghidupkan kembali permusuhan.
Kita boleh berbeda tentang masa depan.
Tetapi kita harus sepakat pada satu hal:
Rakyat Aceh tidak boleh lagi menjadi korban dari gagasan yang tidak pernah mereka pahami dan tidak pernah mereka uji.
Maka mulai hari ini:
Jika bicara kemerdekaan — mari bicara terbuka.
Jika memiliki gagasan — mari uji bersama.
Jika berbeda — mari berdialog.
Jika melakukan protes — mari tetap manusia.
Jika menginginkan perubahan — mari pikirkan akibatnya bagi rakyat.
Karena:
Orang merdeka tidak takut pada ilmu.
Bangsa yang merdeka tidak takut pada pertanyaan.
Dan peradaban yang besar tidak dibangun dengan kebencian.
“ACEH BANGKIT”
Memerdekakan pikiran rakyat Aceh.
Membangun manusia Aceh.
Membangun peradaban Aceh.
“Rakyat bukan penonton”.
“Rakyat adalah pelaku sejarah”.
Posting Komentar