Korban Tewas Gempa M7,7 di Flores NTT Bertambah Jadi 61 Orang, Manggarai Paling Banyak


BPBD NTT: 3 hari pascagempa, kerusakan rumah dan fasilitas umum masih didata

KUPANG, KABEREHNEWS.ID — Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus bertambah. 

Hingga Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA, tercatat 61 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Data itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD NTT melalui Analis Kebijakan BPBD NTT, Richard Pelt, dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Salah satu masjid runtuk terdampak gempa

Manggarai Tertinggi 
Berdasarkan data BPBD NTT, Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 26 orang. 

Disusul Kabupaten Manggarai Timur 25 orang, Kabupaten Sikka 4 orang, Kabupaten Manggarai Barat 2 orang, Kabupaten Ende 2 orang, serta Kabupaten Ngada 2 orang.

"Dengan demikian, total korban meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut mencapai 61 orang," kata Richard.

Salah satu masjid runtuk terdampak gempa

Gempa M7,7 Guncang Sabtu Pagi
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 itu terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.

Gempa dengan kekuatan besar tersebut berdampak terhadap sejumlah wilayah di Pulau Flores. Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, serta sejumlah bangunan di beberapa kabupaten.

Salah satu masjid runtuk terdampak gempa

BPBD NTT bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan masih melakukan pendataan kerusakan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. (*) 

0/Post a Comment/Comments