BANDA ACEH, KABEREHNEWS.COM – Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil, mengapresiasi langkah Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan yang turun langsung menemui massa tanpa pengawalan berlebihan dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Nasir, tindakan Kapolda tersebut merupakan sikap berani sekaligus humanis. Ia menilai pendekatan dialog langsung lebih efektif meredam potensi ketegangan dibanding tindakan represif.
“Terima kasih kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan yang secara gentleman menghadapi massa. Inisiatif beliau berjalan sendiri tanpa pengawalan untuk menemui dan berbicara langsung dengan masyarakat menunjukkan kepedulian dan keinginannya agar Aceh tetap damai,” ujar Nasir dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).
Nasir menyebut cara humanis adalah pilihan tepat saat menghadapi massa yang berpotensi tidak terkendali. Ia mengingatkan agar persoalan yang ada tidak berkembang menjadi masalah baru karena penanganan yang keliru.
“Menghadapi massa yang tidak terkontrol, cara humanis adalah pendekatan yang tepat dan berisiko rendah. Jangan sampai persoalan yang sedang dihadapi justru berkembang menjadi masalah baru,” tegas legislator Partai Keadilan Sejahtera itu.
Lebih lanjut, Nasir menilai peristiwa itu harus menjadi pelajaran bagi seluruh pemangku kepentingan di Aceh. Stabilitas keamanan, katanya, tidak hanya dibangun dengan kekuatan, tetapi juga melalui komunikasi, ketenangan, dan kehadiran aparat di tengah masyarakat.
Sebagai mitra kerja Komisi III DPR RI, ia meminta Polda Aceh terus memperkuat koordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Soliditas antara TNI, Polri, pemerintahan lokal, pimpinan instansi vertikal, serta elemen masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk menjamin Aceh tetap kondusif. Perdamaian dan keamanan adalah modal utama agar pembangunan dapat berjalan dan ekonomi serta kesejahteraan rakyat Aceh terus meningkat,” pungkasnya.
Nasir berharap sikap terbuka Kapolda Aceh itu dapat menjadi contoh dalam membangun komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat. Ia menegaskan menjaga perdamaian Aceh bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.(*)
Posting Komentar